Tuesday, January 21, 2014

Planet Ban



Musim hujan kali ini sudah dua kali skywave dipaksa nerobos banjir....hehehehe mosok pake PCX ya eman tho. Akibatnya minggu lalu pas keluar dari tempat parkir ban belakangnya nyaris flat dan geal geol. Untung dekat kantor ada tukang tambal ban jadi bisa di isi angin dan buru-buru pulang sampai rumah. Besoknya pas libur di cek ban sudah nyaris rata lagi. Ternyata selain paku (jumlahnya sekitar 3-4 buah) ada satu logam tajam (sepertinya pecahan ujung besi plat) yang menancap dan sukses membuat angin ngowos keluar dengan bebas. Kalau sudah begini biarpun ban belakang Skywave dibekali tubeless type jadi dilematis. Kalau dicabut bakalan langsung kempes tapi kalau gak dicabut tetep saja jadi kempes pelan-pelan.

Dua hari saya sempat mikir gimana caranya mengatasi "cobaan" ini. Maklum sudah gak percaya model tambal cacing karena berapa kali ngalamin tambelan malah lepas ketika motor dipake sehingga nyaris celaka. Ban-nya sendiri masih lumayan bagus jadi belum terpikir juga untuk ganti. Akhirnya ban di copot coba di beri lem aica aibon tapi kok pas di pompa (pakai pompa injek) seperti anginnya tidak masuk. Oke kalau gitu dibawa ke tukang tambal ban saja di tes isi angin. Loh kok masih tetap bocor dari lubang yang kena potongan besi. Terpaksa ke tukang tambal ban tubeless. Sisa potongan besi dicabut dan ban diperkosa dengan lem cacing. Lumayan sekarang ban jadi gembung. Ban dipasang lagi dan siap beraksi untuk besok.

Ndilalah sore-sore iseng ngelus-ngelus PCX disebelah Skywave, tapi kok pas lewat liat ban Skywave sudah gembos rata lagi? Dari mana angin keluar ? Coba di pompa pake pompa injek kali ini angin masuk tapi lho kok bunyi pesss yang bukan kentut? Ternyata angin nerobos keluar dari sisi karet katup pentil yang ada di velg. Shuttt....alamat jadi repot ini. Lirik jam dinding masih setengah empat, langsung mikir cepat cari toko ban kalau tidak besok repot. Bisa sih pake PCX besok tapi sayang kalau dipake nerobos banjiran. Akhirnya setelah dipompa secukupnya dipaksakan boncengan cari toko ban...wah belum lama sudah geal-geol lagi buru-buru cari tukang tambal ban dan tambah angin di ban. Terus motor dipacu ke arah perempatan Kemayoran-Pasar Baru kalau ndak salah ingat disekitar situ ada toko ban motor.




Yak setelah deg-degan sampai juga di perempatan minggir ke kiri ada toko ban motor. Namanya Planet Ban ini toko terkenal karena merupakan chain store yang cabangnya ada dimana-mana. Coba tanya ke mbak-mbak yang jaga punya pentil gak? Ada tapi gak terima kalau cuma beli dan minta dipasang. Lha terus saya tanya kalau gitu apa jual ban 16? Eh ternyata ada ya sudah deh beli saja biar lebih yakin dan aman. Di kasih pilihan 2 merk ada Michelin dan Swallow. Sebenarnya pengen pake Michelin sayang ukurannya masih standar 80/90. Sementara ban yang lama adalah CST 100/80 dan handlingnya pas. Ya sudah coba pake Swallow 100/80 deh siapa tau sudah mendingan sekarang. Akhirnya pilih Swallow Venom 100/80 + pentil baru + cairan anti bocor M-One. Total jendral habis sekitar 330 ribu.




Kalau ditanya apakah harga ban di Planet Ban mahal? Ya mungkin saja lebih tinggi, apalagi mengingat sekitar 5-7 km dari situ ada pusat onderdil motor paling komplit di Indonesia, Bonjer. (Sebenarnya sih gak paling komplit wong nyari helm Ink aja gak ada kok di Bonjer yg ukuran XL). Pasti gampang nyari ban dengan harga lebih murah disana. Tapi melihat pelayanan di Planet Ban cukup profesional ya harga mahal tadi ketutup. Apa sih yang paling nyebelin dari masang ban di tempat lain? Velg lecet...dah pernah nyoba masang ban di Otista atau di Bonjer dijamin sedih karena Velg mulus jadi lecet-lecet. Di Planet Ban proses copot pasang ban pakai alat-alat yang komplit mulai dari kunci baut yang ukurannya pas sampai mesin buat ngelepas ban seperti di ban mobil. Proses lepas pasang ban pun jadi cepat dan akurat ndak sampai 10 menit sudah beres. Ya sudah setelah bayar langsung tancap gas pulang.

Sumber foto: usahajendral, blognyamitra

Saturday, January 18, 2014

New Honda PCX 2014



Sebenarnya saya belum mau menulis soal New Honda PCX 2014 ini di blog saya. Pertama karena blog saya bukan blog berita dimana harus selalu up to date dan mengejar-ngejar pengunjung/pembaca. Kedua karena berita yang di dapatkan sifatnya masih simpang siur dan belum akurat sehingga dikuatirkan banyak terjadi salah terjemahan. Tetapi karena blog dan tabloid lain ngotot memberitakan dengan gencar dan kadang kala jadi sedikit 'ngaco' rasanya diperlukan tulisan yang jauh lebih benar, paling tidak karena berdasarkan berita resmi.



Gimana sih ngaconya? Pertama di tabloid otomotif terbesar Indonesia ini :



Disitu jelas-jelas ditulis : 
" Kapasitas laci di bawah setang juga bertambah 74 persen, kini bisa menampung botol 500 ml. Posisi tangki bahan bakar masih berada di area pijakan kaki, kapasitasnya tetap 8 liter.

Kunci immobilizer-nya kini dilengkapi juga dengan fitur tambahan. Yaitu dapat mengatifkan alarm dan lampu parkir, enggak perlu bingung lagi mencari posisi motor ketika memarkirkan Honda PCX kesayangan." 

Bahwa kapasitas tangki bahan bakar tetap 8 liter...:-D sejak kapan? Di brosur PCX 125 yang saya punya dan bahkan di situs Honda sendiri:http://world.honda.com/PCX/spec/ ditulis bahwa tangki PCX 125 dulu cuma 6,1 liter. Bahkan di versi PCX 150 seperti yang saya punya di brosurnya dan di situs ini : http://powersports.honda.com/2013/pcx/specifications.aspx ditulis kapasitas tangki cuma 5,9 liter alias sekitar 1,6 gallons. Jadi seharusnya ditulis kapasitas tangki meningkat menjadi 8 liter. 



Di alinea ke-2 ditulis bahwa kunci immobilizer-nya. Wah hebat ya sudah ada immobilizer sementara di gambar yang ada dan berbagai press release tidak sedikit pun di singgung-singgung soal immobilizer...
Gambar komparasi kunci Honda PCX lama dan baru...




Dari gambar jelas terlihat di kunci baru (gambar atas) hanya ada tambahan tombol bertuliskan Answer Back yang jika ditekan akan berfungsi untuk memberitahukan posisi parkir motor ada dimana dalam bentuk bunyi pendek alarm di PCX. Tombol lain adalah set dan unset yang berfungsi untuk mengaktifkan dan men-non aktifkan alarm.


Bahkan di forum luar sampai ada yang menjelaskan bahwa PCX baru berkapasitas 149 cc (turun dari sebelumnya 153cc) dan menjadi 4 valve (naik dari 2 valve) padahal nyaris tidak ada yang berubah dari mesin PCX yang tetap hanya hadir dalam dua varian yaitu 125 cc (124,9cc) dan 150 cc (153,9 cc).




Sejauh yang saya dapatkan (nantinya akan saya update begitu detail jelasnya saya dapatkan), perubahan pada PCX 2014 adalah pada styling body yang menjadi lancip dan tegas. Termasuk behel belakang yang menggunakan style Honda Forza (saya duga untuk memudahkan pemasangan bracket top box). Lampu yang sekarang menggunakan tipe LED untuk (Main, Signal, Brake, DRL) dan sekarang dilengkapi switch hazard. Klaimnya penggunaan lampu LED menghemat energi sampai 60% otomatis dengan penggunaan lampu tipe LED style juga berubah (yang menurut beberapa orang termasuk saya menjadi kurang elegan).



Laci depan berpenutup yg mekanismenya dirubah seperti laci mobil (cukup di tekan untuk menutup dan membuka) dengan peningkatan kapasitas sebesar 74% sehingga muat botol air 500ml dan didalamnya dilengkapi outlet charger (lighter outlet) sebesar 12 volt.




Peningkatan kapasitas tangki menjadi 8 liter terlihat juga di barengi dengan perubahan desain engsel panel penutup akses tangki bensin. Rumah kunci juga mendapat update karena sekarang dibekali lampu untuk memudahkan kala gelap (aktif ketika tombol answer back ditekan). Desain jok juga berubah menjadi desain 'monolithic' karena keluhan konsumen PCX di AS dan Eropa yang terganggu oleh adanya hump/back rest. Selain itu engselnya memiliki stopper sehingga tidak langsung menutup kala jok di dorong dalam keadaan terbuka.



Sektor terakhir yang terlihat secara fisik adalah penggunaan material compound ban yang baru sehingga klaimnya lebih minim friksi (akankah lebih licin?) untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Sektor instrumen indikator juga di update sekarang indikator digital lebih terintegrasi dengan speedometer. Selain itu juga ditambahkan fitur baru yaitu adanya fuel eficiency meter dan jam melengkapi odometer, tripmeter dan fuel gauge.




Perubahan lain yang tidak terlihat adalah digunakannya tipe aki baru yang lebih tahan lama YTZ8V dari tipe sebelumnya YTZ7S. Fasilitas pembacaan arus di modul ISS sehingga meminimalkan penurunan daya aki karena aktifnya ISS. PCX baru ini akan hadir dalam pilihan warna sebagai berikut: Pearl Cool White, Pearl Nightstar Black, Moondust Silver Metallic, Pearl Siena Red, Matt Carbonium Grey Metallic, Pearl Havana Brown di Eropa.