Tuesday, January 21, 2014

Planet Ban



Musim hujan kali ini sudah dua kali skywave dipaksa nerobos banjir....hehehehe mosok pake PCX ya eman tho. Akibatnya minggu lalu pas keluar dari tempat parkir ban belakangnya nyaris flat dan geal geol. Untung dekat kantor ada tukang tambal ban jadi bisa di isi angin dan buru-buru pulang sampai rumah. Besoknya pas libur di cek ban sudah nyaris rata lagi. Ternyata selain paku (jumlahnya sekitar 3-4 buah) ada satu logam tajam (sepertinya pecahan ujung besi plat) yang menancap dan sukses membuat angin ngowos keluar dengan bebas. Kalau sudah begini biarpun ban belakang Skywave dibekali tubeless type jadi dilematis. Kalau dicabut bakalan langsung kempes tapi kalau gak dicabut tetep saja jadi kempes pelan-pelan.

Dua hari saya sempat mikir gimana caranya mengatasi "cobaan" ini. Maklum sudah gak percaya model tambal cacing karena berapa kali ngalamin tambelan malah lepas ketika motor dipake sehingga nyaris celaka. Ban-nya sendiri masih lumayan bagus jadi belum terpikir juga untuk ganti. Akhirnya ban di copot coba di beri lem aica aibon tapi kok pas di pompa (pakai pompa injek) seperti anginnya tidak masuk. Oke kalau gitu dibawa ke tukang tambal ban saja di tes isi angin. Loh kok masih tetap bocor dari lubang yang kena potongan besi. Terpaksa ke tukang tambal ban tubeless. Sisa potongan besi dicabut dan ban diperkosa dengan lem cacing. Lumayan sekarang ban jadi gembung. Ban dipasang lagi dan siap beraksi untuk besok.

Ndilalah sore-sore iseng ngelus-ngelus PCX disebelah Skywave, tapi kok pas lewat liat ban Skywave sudah gembos rata lagi? Dari mana angin keluar ? Coba di pompa pake pompa injek kali ini angin masuk tapi lho kok bunyi pesss yang bukan kentut? Ternyata angin nerobos keluar dari sisi karet katup pentil yang ada di velg. Shuttt....alamat jadi repot ini. Lirik jam dinding masih setengah empat, langsung mikir cepat cari toko ban kalau tidak besok repot. Bisa sih pake PCX besok tapi sayang kalau dipake nerobos banjiran. Akhirnya setelah dipompa secukupnya dipaksakan boncengan cari toko ban...wah belum lama sudah geal-geol lagi buru-buru cari tukang tambal ban dan tambah angin di ban. Terus motor dipacu ke arah perempatan Kemayoran-Pasar Baru kalau ndak salah ingat disekitar situ ada toko ban motor.




Yak setelah deg-degan sampai juga di perempatan minggir ke kiri ada toko ban motor. Namanya Planet Ban ini toko terkenal karena merupakan chain store yang cabangnya ada dimana-mana. Coba tanya ke mbak-mbak yang jaga punya pentil gak? Ada tapi gak terima kalau cuma beli dan minta dipasang. Lha terus saya tanya kalau gitu apa jual ban 16? Eh ternyata ada ya sudah deh beli saja biar lebih yakin dan aman. Di kasih pilihan 2 merk ada Michelin dan Swallow. Sebenarnya pengen pake Michelin sayang ukurannya masih standar 80/90. Sementara ban yang lama adalah CST 100/80 dan handlingnya pas. Ya sudah coba pake Swallow 100/80 deh siapa tau sudah mendingan sekarang. Akhirnya pilih Swallow Venom 100/80 + pentil baru + cairan anti bocor M-One. Total jendral habis sekitar 330 ribu.




Kalau ditanya apakah harga ban di Planet Ban mahal? Ya mungkin saja lebih tinggi, apalagi mengingat sekitar 5-7 km dari situ ada pusat onderdil motor paling komplit di Indonesia, Bonjer. (Sebenarnya sih gak paling komplit wong nyari helm Ink aja gak ada kok di Bonjer yg ukuran XL). Pasti gampang nyari ban dengan harga lebih murah disana. Tapi melihat pelayanan di Planet Ban cukup profesional ya harga mahal tadi ketutup. Apa sih yang paling nyebelin dari masang ban di tempat lain? Velg lecet...dah pernah nyoba masang ban di Otista atau di Bonjer dijamin sedih karena Velg mulus jadi lecet-lecet. Di Planet Ban proses copot pasang ban pakai alat-alat yang komplit mulai dari kunci baut yang ukurannya pas sampai mesin buat ngelepas ban seperti di ban mobil. Proses lepas pasang ban pun jadi cepat dan akurat ndak sampai 10 menit sudah beres. Ya sudah setelah bayar langsung tancap gas pulang.

Sumber foto: usahajendral, blognyamitra

Saturday, January 18, 2014

New Honda PCX 2014



Sebenarnya saya belum mau menulis soal New Honda PCX 2014 ini di blog saya. Pertama karena blog saya bukan blog berita dimana harus selalu up to date dan mengejar-ngejar pengunjung/pembaca. Kedua karena berita yang di dapatkan sifatnya masih simpang siur dan belum akurat sehingga dikuatirkan banyak terjadi salah terjemahan. Tetapi karena blog dan tabloid lain ngotot memberitakan dengan gencar dan kadang kala jadi sedikit 'ngaco' rasanya diperlukan tulisan yang jauh lebih benar, paling tidak karena berdasarkan berita resmi.



Gimana sih ngaconya? Pertama di tabloid otomotif terbesar Indonesia ini :



Disitu jelas-jelas ditulis : 
" Kapasitas laci di bawah setang juga bertambah 74 persen, kini bisa menampung botol 500 ml. Posisi tangki bahan bakar masih berada di area pijakan kaki, kapasitasnya tetap 8 liter.

Kunci immobilizer-nya kini dilengkapi juga dengan fitur tambahan. Yaitu dapat mengatifkan alarm dan lampu parkir, enggak perlu bingung lagi mencari posisi motor ketika memarkirkan Honda PCX kesayangan." 

Bahwa kapasitas tangki bahan bakar tetap 8 liter...:-D sejak kapan? Di brosur PCX 125 yang saya punya dan bahkan di situs Honda sendiri:http://world.honda.com/PCX/spec/ ditulis bahwa tangki PCX 125 dulu cuma 6,1 liter. Bahkan di versi PCX 150 seperti yang saya punya di brosurnya dan di situs ini : http://powersports.honda.com/2013/pcx/specifications.aspx ditulis kapasitas tangki cuma 5,9 liter alias sekitar 1,6 gallons. Jadi seharusnya ditulis kapasitas tangki meningkat menjadi 8 liter. 



Di alinea ke-2 ditulis bahwa kunci immobilizer-nya. Wah hebat ya sudah ada immobilizer sementara di gambar yang ada dan berbagai press release tidak sedikit pun di singgung-singgung soal immobilizer...
Gambar komparasi kunci Honda PCX lama dan baru...




Dari gambar jelas terlihat di kunci baru (gambar atas) hanya ada tambahan tombol bertuliskan Answer Back yang jika ditekan akan berfungsi untuk memberitahukan posisi parkir motor ada dimana dalam bentuk bunyi pendek alarm di PCX. Tombol lain adalah set dan unset yang berfungsi untuk mengaktifkan dan men-non aktifkan alarm.


Bahkan di forum luar sampai ada yang menjelaskan bahwa PCX baru berkapasitas 149 cc (turun dari sebelumnya 153cc) dan menjadi 4 valve (naik dari 2 valve) padahal nyaris tidak ada yang berubah dari mesin PCX yang tetap hanya hadir dalam dua varian yaitu 125 cc (124,9cc) dan 150 cc (153,9 cc).




Sejauh yang saya dapatkan (nantinya akan saya update begitu detail jelasnya saya dapatkan), perubahan pada PCX 2014 adalah pada styling body yang menjadi lancip dan tegas. Termasuk behel belakang yang menggunakan style Honda Forza (saya duga untuk memudahkan pemasangan bracket top box). Lampu yang sekarang menggunakan tipe LED untuk (Main, Signal, Brake, DRL) dan sekarang dilengkapi switch hazard. Klaimnya penggunaan lampu LED menghemat energi sampai 60% otomatis dengan penggunaan lampu tipe LED style juga berubah (yang menurut beberapa orang termasuk saya menjadi kurang elegan).



Laci depan berpenutup yg mekanismenya dirubah seperti laci mobil (cukup di tekan untuk menutup dan membuka) dengan peningkatan kapasitas sebesar 74% sehingga muat botol air 500ml dan didalamnya dilengkapi outlet charger (lighter outlet) sebesar 12 volt.




Peningkatan kapasitas tangki menjadi 8 liter terlihat juga di barengi dengan perubahan desain engsel panel penutup akses tangki bensin. Rumah kunci juga mendapat update karena sekarang dibekali lampu untuk memudahkan kala gelap (aktif ketika tombol answer back ditekan). Desain jok juga berubah menjadi desain 'monolithic' karena keluhan konsumen PCX di AS dan Eropa yang terganggu oleh adanya hump/back rest. Selain itu engselnya memiliki stopper sehingga tidak langsung menutup kala jok di dorong dalam keadaan terbuka.



Sektor terakhir yang terlihat secara fisik adalah penggunaan material compound ban yang baru sehingga klaimnya lebih minim friksi (akankah lebih licin?) untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Sektor instrumen indikator juga di update sekarang indikator digital lebih terintegrasi dengan speedometer. Selain itu juga ditambahkan fitur baru yaitu adanya fuel eficiency meter dan jam melengkapi odometer, tripmeter dan fuel gauge.




Perubahan lain yang tidak terlihat adalah digunakannya tipe aki baru yang lebih tahan lama YTZ8V dari tipe sebelumnya YTZ7S. Fasilitas pembacaan arus di modul ISS sehingga meminimalkan penurunan daya aki karena aktifnya ISS. PCX baru ini akan hadir dalam pilihan warna sebagai berikut: Pearl Cool White, Pearl Nightstar Black, Moondust Silver Metallic, Pearl Siena Red, Matt Carbonium Grey Metallic, Pearl Havana Brown di Eropa. 






Thursday, November 28, 2013

Musim hujan telah tiba siap-siap mencuci motor...



Bulan November telah tiba, saatnya kita menghadapi musim penghujan. Walau udara tak lagi panas untuk berkendara tapi jalanan becek dan cipratan lumpur siap menerpa. Saatnya harus sering bersih-bersih motor. Setelah sekian lama mempertimbangkan akhirnya saya membeli sebuat Jet Washer atau istilah tepatnya adalah High Pressure Cleaner. Perangkat ini sederhanya adalah pompa yang mampu mengalirkan air dengan kecepatan tinggi, sehingga dapat merontokkan kotoran yang melekat pada kendaraan maupun pada obyek lain yang tahan semprotan air bertekanan (termasuk kisi-kisi AC atau bahkan kotoran pada lantai rumah).



Biasanya kendala pembelian alat ini di rumah tangga menengah ke bawah adalah konsumsi watt yang terbilang tinggi. Maka ketika ada jet washer portable dengan daya 500 watt, segera menjadi favorit banyak orang. Kebetulan di C4 jet washer ini dijual dengan merk Mcculloch (FH80E). Kadang jet washer ini di diskon sehingga stocknya cepat habis. Sayangnya saya membelinya ketika harganya sedang harga normal. Jet Washernya sendiri walau mengaku bermerk Mcculloch, build qualitynya agak kasar dan ketara sekali dibuat di China. Buku manualnya (yang wajib berbahasa Indonesia pun) kurang lengkap menjelaskan petunjuk perakitan sehingga misalnya untuk melakukan lock pada tangkai spray gun saya harus melalui trial & error. Untunglah karena sederhana jet washer bisa segera digunakan.

Hasilnya lumayan bagian yang sulit dijangkau jadi lebih mudah dibersihkan, hanya saja untuk kotoran yang sudah berkerak tetap harus digosok dengan tangan atau chamois. Mungkin shampoo motor yang digunakan juga akan berpengaruh yang jelas efektifitasnya masih dibawah steam yang memang pasti sanggup mengencerkan segala jenis kotoran. Pada saat menggunakan jet washer pastikan pasokan air dari keran cukup stabil dan hati-hati dalam menyetel kekuatan dan fokus semprot karena tekanan yang tinggi dapat mengakibatkan cedera atau menimbulkan kerusakan.  

Tuesday, November 26, 2013

Perbandingan Honda PCX 150 VS Suzuki Burgman 200 VS Yamaha SMax 155, Bagian 2 : Muka & Bokong



Sekarang giliran membandingkan muka dan bokong yang paling sekseh dan paling menarik dari 3 penantang  skutik ini...dari ki-ka Burgman, PCX, SMax mana yg anda anggap paling cakep? 







Bonus komparasi Fitur-fiturnya:


Burgman



PCX





SMax


Sunday, November 24, 2013

Perbandingan Honda PCX 150 VS Suzuki Burgman 200 VS Yamaha SMax 155, Bagian 1: Spesifikasi



Sementara blog lain sedang bergantian mengulas upaya YIMM meluncurkan moge dan skuge (Skutik gede-nya) saya malah berandai-andai. Andaikata AHM, SIS, dan YIMM sepakat untuk meluncurkan mid size skutiknya di Indonesia, pastilah persaingan bakal lebih semarak. Setelah Honda sukses dengan PCX-nya maka Yamaha tak mau ketinggalan merilis skutik mid size (yang konon update-an nya Cygnus?) dengan label nama Majesty S (di Jepang) dan SMax (di negara lain). Saya pilih SMax aja deh biar cocok dengan tipe skutik lainnya Yamaha T-Max dan X-Max.

Suzuki pun tak mau kalah belakangan merilis update-an Skywave 125/200-nya, Burgman 125/200 (di negara lain). Maka jadilah komplit peta persaingan di kelas skutik mid size. PCX 150 berjaban dengan Burgman 200 dan SMax 155.....Monggo dilihat komparasi spesifikasinya....


Ada satu yg belum dimasukkan dalam tabel komparasi ini yaitu masalah harga. Mengingat baru PCX yang dijual disini dan harganya sudah pasti sekitar 34-36 juta, maka harga skutik lain baru bisa ditebak-tebak. Katakanlah SMax yang di Jepang dibandrol sekitar 340.000 yen dijual disini di angka 40 juta-an sementara Burgman yang sebenarnya di rakit di Thailand dijual seharga 4900 dolar di USA disini katakan saja masuk ke angka 50 juta-an (mudah-mudahan bisa lebih murah lagi). Dengan demikian secara harga masih lebih kompetitif PCX.





Berdasarkan tabel diatas dan info lain maka plusnya PCX adalah harga lebih murah, ada fasilitas ISS, ESP, ban 14, ukuran lebih kompak, ground clearance paling tinggi, rasio kompresi juga lebih bersahabat. Minusnya bagasi paling kecil, rem belakang masih tromol, dashboard terbilang biasa, tenaga kurang istimewa, kapasitas tangki juga kecil.




Sedangkan plusnya Burgman adalah tenaga paling besar, bagasi paling luas (muat 2 helm), dashboard paling mewah, ada opsi ABS, tangki besar,  seat height rendah, lampu paling terang. Minusnya harga paling mahal, ukuran paling panjang dan paling berat, teknologi mesin biasa saja, malah radiator konvensional (masih di depan), ukuran ban tidak umum, pilihan warna juga minim.




Sedangkan plusnya SMax adalah suspensi belakang monoshock, flat deck, mesin sudah 4 valve. Minusnya ground clearance paling rendah, kompresi tinggi, lampu hanya satu, deck sempit, seat height tinggi. 


Jadi yang mana pilihan anda? Saya sementara ini tetap pakai PCX....:-)


Sunday, September 29, 2013

Koleksi Jam Warna-Warni


Kalau di tanya kenapa sih sudah jaman begini masih juga koleksi jam atau arloji? Jawaban saya karena saya suka, tapi alasan sebenarnya adalah karena jaman dulu gak kuat beli dan males pake soalnya kuatir di palak atau di jambret....(kayanya kata-kata jambret sinonim dengan jam dan bret artinya dipaksa tarik sampai bunyi bret....hehehehe maksa). Anyway alasan lainnya kenapa baru koleksi jam sekarang adalah jam itu sudah seperti aksesoris yang masih layak dipake cowok tanpa takut dibilang aneh...:-)

Nah makanya jangan heran kalau belakangan saya jadi doyan beli jam alias arloji. Tentunya gak sembarang jam saya beli. Kalau umumnya cowok doyannya pake jam yang dari metal, saya malah enggak tuh. Saya malah carinya jam dari plastik atau silikon yang warna-warni. Trend ini pernah ada jaman 90-an tapi sempat meredup sebelum kembali lagi seperti sekarang. Berikut merk-merk jam warna-warni yang bisa anda cari kalau pengen koleksi seperti saya. Kita mulai dari....



Swatch.
Jam ini adalah mbahnya trend jam warna-warni dari plastik dan silikon. Merupakan upaya terakhir dari Swiss watchmaker yang kewalahan menghadapi jam-jam murah bikinan Jepang di tahun 80-an. Untuk itu sebagai jawaban mereka gak lagi nyoba bikin jam presisi, berharga mahal yang selama ini sinonim dengan Swiss. Mereka mencoba menempatkan jam sebagai fashion statement yang berganti-ganti setiap musim. Untuk itu mereka membuat jam dari plastik berharga ekonomis (relatif) yang di update sesuai musim dan tahun. Nilai ekonomisnya mereka capai dengan menggunakan proses manufaktur modern (bukan hand made seperti dulu) dan supaya gak gampang di palsu dibuat dengan sistem menyatu dengan case. Juga parts yang ada dikurangi supaya tidak kompleks.
Walau demikian daya tahannya cukup mumpuni 

dan berani memberi garansi hingga dua tahun. Kalau jam yang anda beli rusak dalam 2 tahun, bakal di ganti atau di service gratis.  Dari segi desain Swatch paling top dikalangan kolektor jam warna-warni karena desainnya yang unik dan kualitas bahannya. Bahkan ada yang bilang jam Swiss paling murah ya Swatch. Buat Indonesia sih lumayan mahal karena harganya di mulai dari 800 ribu sampai hampir 3 juta-an.

Anda bisa beli jam ini di counter resminya di mal-mal  dan karena distributornya besar (MAP) anda tak perlu khawatir soal kesediaan parts umum. Servicenya include poles gratis karena lensa jam terbuat dari plastik atau mika. Kalau anda khawatir dengan ketahanan bahan plastik anda bisa memilih seri Irony yang terbuat dari metal. Untuk anak-anak ada seri flik-flak sementara untuk wanita ada seri bijoux.









ODM
Kalau desain swatch anda rasakan kurang mainstream anda bisa memilih jam bikinan ODM. Pabrik jam asala Hong Kong ini termasuk yang juga berani urusan desain jam, bisa dibilang ekstrim malah. Selain menggunakan desain dan material yang baru juga teknologi baru macam touch screen. ODM juga bekerjasama dengan beberapa desainer fashion terkemuka seperti JC/DC dan menghadirkan desain monumental seperti 'Lego Watch'. ODM juga berani dalam menggunakan style dan teknologi terbaru misalnya LED warna atau matrix. Pokoknya kalau mau jam yang unik coba deh liat koleksi ODM. Saking seringnya pake teknologi baru desain ODM termasuk yang sulit ditiru, kalau anda mendapatkan KW-nya biasanya pasti ada fitur yang kurang.

Walau demikian mereka yang kurang berani dalam ber-fashion statement sebaiknya tidak pakai ODM karena ukuran casenya besar 3,5 - 4 cm. Warnanya ngejreng banget lagi. Di Indonesia ODM sempat menjadi trend tapi sayang hanya sesaat karena distributornya (yang juga memegang beberapa merk) tidak lagi mempunyai outlet resmi dan lebih memilih konsentrasi di brand yang desainnya lebih kalem. Harga ODM asli pun terbilang cukup tinggi meski kadang ada yang di sale kalau over stock. Buat anda yang kesulitan membeli aslinya karena alasan ekonomis bisa melirik grosir jam di Senen dimana ODM KW masih bisa didapat. Cuma satu pesannya jangan sering dipamerin karena bisa ketauan kalau KW.








ICE
Ice termasuk produsen jam baru di Indonesia, tapi karena cukup agresif brandnya mulai dikenal masyarakat. Penggunaan warna yang berani termasuk seri yang menggunakan warna putih membuat Ice makin cepat populer. Keunikan Ice adalah desainnya di update setiap 2 tahun sekali. Karena masih baru terbilang mudah mengkoleksi Ice. Anda yang suka trend warna putih bisa mengkoleksi Ice. Dari segi durabiltas pun Ice termasuk cukup tinggi karena menggunakan mineral glass bukan plastik. Di counter resminya Ice didapatkan dengan kisaran harga antara 900 - 2 juta-an. Meski desainnya berasal dari Belgia movement (mesin jam) yang digunakan adalah mesin jam dari jepang Miyota. Warna-warna yang digunakan cukup fresh walaupun modelnya banyak yang serupa. Salah satu keunikannya adalah setiap pembelian diberikan kotak jam unik yang bisa digunakan sebagai celengan. Desainnya pun mirip lego.

Sayangnya karena model desain Ice yang cenderung serupa dan sepertinya tidak dilindungi paten banyak sekali model jam lain yang mengikuti gayanya. Kalau anda lihat jam dari Furla bahkan QnQ banyak yang modelnya mirip Ice. Celakanya lagi KW-nya Ice pun sangat mirip, bahkan kalau anda tidak pernah melihat Ice yang asli anda dengan mudah tertipu karena menyangka yang KW sama seperti aslinya. Saran saya kalau memilih Ice usahakan mencari model yang khas seperti Ice atau Ice Sili.







QnQMerk QnQ sudah hadir di Indonesia sejak tahun 80-an, mulanya dikira jam China (memang di manufaktur di China) tapi sebanarnya QnQ adalah anak perusahaan Citizen salah satu pembuat jam asal Jepang. Sehingga walau harganya murah movement yang digunakan adalah Miyota juga. Harga dan banyaknya model menjadi kekuatan QnQ. Untuk mengejar harga kompetitif QnQ hanya menawarkan garansi terbatas dan nyaris tak memiliki serviceable parts. QnQ juga sering dijual tanpa menyertakan packaging apa-apa selain plastik. Makanya banyak yang memandang sebelah mata.

Desain jam warna-warni yang dipilih QnQ banyak yang terinspirasi merk-merk di atasnya. Sehingga kalau anda anti jam KW dari merk terkenal tapi tetap ingin gaya bisa memilih QnQ saja. Belakangan untuk memperbaiki image QnQ melansir QnQ attractive dan grandeux yang menjadi model flagship dengan fitur dan kualitas lebih tinggi dibanding QnQ reguler. Karena murah yang perlu anda perhatikan adalah asli tidaknya jam yang anda beli dan saking banyaknya model yang ditawarkan lebih baik anda download katalognya dari website QnQ yang di update setiap semester. Kisaran harga QnQ antara 100 - 300 ribu saja.

Segitu dulu ya, sebenarnya masih banyak merk lainnya tapi kita bahas segitu dulu deh, lainnya nyusul kalau ada kesempatan.

Sunday, September 22, 2013

Indonesia International Motor Show


Mulai tanggal 19 September kemarin bertempat di Jakarta Expo Kemayoran digelar acara IIMS (Indonesia International Motor Show) 2013. Gelaran pameran mobil (walau ada motor sedikit), biasanya tidak pernah saya sambangi, maklum saya bukan konsumen R4. Namun IIMS kali ini sedikit berbeda karena pameran diramaikan oleh peluncuran LCGC (Low Cost Green Car) salah satu akal-akalan kebijakan pemerintah untuk menjual mobil berharga murah. Murahnya versi pemerintah lho bukan versi rakyat.

Seperti umumnya pameran pengungjung dikenakan tiket masuk yang harganya lumayan fantastis. Enam puluh ribu weekend dan Empat puluh ribu weekdays. Mau lihat barang dagangan kok mbayar ya? Pameran kali ini juga dibarengi ribut-ribut ngambeknya pak Gubernur DKI, gara-gara pemerintah cepat sekali mengeluarkan kebijakan LCGC tapi alot urusan kebijakan transportasi publik. Harap maklum™ Pak Joko soalnya ini kan urusan dagang, sementara soal transportasi publik kan urusan sosial. Cuannya lebih banyak LCGC ketimbang Transportasi publik.

Ketika saya dan istri datang sabtu kemarin ke IIMS bisa ditebak, sama seperti pameran lain berkonsep trade fair, pengunjung lebih banyak ditawari dengan agresif mobil-mobil baru seperti LCGC untuk dibeli ketimbang melihat informasi dan performa masing-masing mobil. Atraksinya lengkap ada mba-mba SPG yang cantik-cantik, ada mas-mas SPB yang ganteng-ganteng. Brosur yang sering kalau di showroom di irit-irit sekarang di umbar bebas. Ada tontonan, ada penawaran menarik buat yang punya uang, dan yang jelas banyak pengunjung yang berduit karena langsung inden

Karena kebetulan kita berdua seleranya adalah city car dan mobil kompak, maka kita lebih cenderung menyimak penampakan (yang nanti akan saya bahas di artikel berikutnya). Mulai dari Karimun Wagon R (yang benar-benar Karimun bukan Karimun palsu kayak MR), Datsun, Brio, Peugeot, Fiat, Smart dan Mini.....kok gak ada Agya dan Ayla? Maaf males liatnya karena nanti juga di jalanan banyak...Hehehehehehe. Lagian daripada ngeliatin Agya dan Ayla mending liat Toyota 86 dan Daihatsu concept car, karena lebih menarik.

Oke segitu dulu sementara sambil nunggu artikel lanjutan bisa liat penampakan model cantik di Fiat 500 ya....